Galvanized Steel versus Aluminium Coating, gimana ya?

Posted on September 30, 2010 by

0


Seorang rekan menanyakan tahapan pekerjaan handrail yang disambung (dengan baut) ke walkway. Walkway berikut interface support nya sendiri wajib dilapisi TSA (thermal spray aluminium). Handrailnya sendiri wajib dicoating dengan zinc galvanize. Kami sepakat untuk kemudahan fabrikasi, handrail tersebut ditambahkan interface support untuk kemudian digalvanize. Setelah keduanya di-fit-up, pas, maka dilepas kembali kemudian walkway di-TSA, dan handrail dikirim ke vendor galvanize. Nantinya kedua support ini tinggal disambung baut, mudah dan cepat. Ilustrasinya liat gambar.

Kami berdua adalah awam bidang corrosion protection. Sehingga tidak waspada pada salah satu pertimbangan berikut ini. Ada salah satu artikel dari Asosiasi Galvanize Amerika yang memberikan gambaran potensi kerusakan korosi akibat pertemuan metal yang berbeda.

Zinc (dalam galvanize) dan Aluminium (sebagai partikel Utama dalam TSA) ternyata mempunyai dua nilai konduktivitas berbeda. Tidak signifikan sih… tapi tetap ada perbedaan. Sehingga jika 2 dissimilar metal ini saling bersentuhan dan ada conductive media (dalam hal ini air laut), maka berpotensi terjadi korosi. Galvanic Corrossion, istilahnya.

Galvanic Corrosion sendiri terjadi jika 3 unsur terpenuhi.

First there must be two electrochemically dissimilar metals present.

Second, there must be an electrically conductive path between the two metals.

And third, there must be a conductive path for the metal ions to move from the more anodic metal to the more cathodic metal. If any one of these three conditions does not exist, galvanic corrosion will not occur. (source)

Karena saya ndak bisa ngakali unsur #1 dan #2, maka saya berpikir untuk melokalisasi 2 jenis logam yang berbeda ini dengan semacam gasket ato cairan yang disemprotkan pada 2 permukaan. Walaupun untuk itu, tidak diketahui bagaimana performa corrosion protection dari keduanya. Maksudnya, apakah akan berhasil mencegah secara permanen ato temporary. Kemudian apa jenis material insulasinya.

Masalah kedua adalah… bautnya sendiri ternyata galvanize juga … *sigh*

Jadi kalo interface-nya sudah selamat, ternyata bautnya masih berpotensi korosi. Untuk ini, rekan saya menyarankan menggunakan stainless steel yang akan menyambung 2 bagian. Masalahnya jadi bertambah satu lagi, ada 3 macam logam… Stainless, Zinc dan Aluminium.
Berikut adalah tabel perbedaan potensi elektrik (electrical potensial)

Metal Potential (volts)
Magnesium -1.55
Zinc -1.10
Aluminium -0.86
Cadmium -0.77
Cast Iron -0.68
Carbon Steel -0.68
Stainless Steel 18% Cr 8% Ni (active) -0.61
Lead -0.57
Solder (50Pb/50Sn) -0.52
Tin -0.49
Copper -0.43
Aluminium Bronze -0.41

Nanti diupdate dengan solusinya… :D

About these ads
Posted in: Construcability